Selasa, 16 Juli 2024

7 Pitutur Jawa yang masih dipegang masyarakat Jawa


Pitutur Jawa, atau pepatah Jawa, adalah ungkapan atau nasihat yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam budaya Jawa. Pitutur ini sering kali mengandung nilai-nilai kebijaksanaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Berikut adalah tujuh pitutur Jawa yang penuh makna dan kebijaksanaan.

Urip iku urup

Pepatah ini memiliki arti bahwa hidup itu harus menyala. Maknanya adalah seseorang harus bisa memberi manfaat bagi orang lain di sekitarnya. Hidup yang baik adalah hidup yang memberikan cahaya atau kebaikan bagi sesama.

Alon-alon asal kelakon

Ungkapan ini berarti pelan-pelan asal terlaksana. Pesan dari pepatah ini adalah untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Dengan ketelitian dan kesabaran, hasil yang baik akan tercapai.

Jer basuki mawa bea

Pepatah ini mengandung arti bahwa untuk mencapai kesuksesan atau kebahagiaan, diperlukan usaha dan pengorbanan. Tidak ada sesuatu yang berharga yang bisa didapatkan tanpa perjuangan.

Aja dadi uwong kang gampang kumingsun

Pepatah ini bermakna jangan menjadi orang yang mudah tersinggung. Pitutur ini mengajarkan kita untuk memiliki hati yang lapang dan tidak mudah marah terhadap hal-hal sepele.

Ngunduh wohing pakarti

Ungkapan ini berarti memetik buah dari perbuatan. Setiap tindakan yang kita lakukan akan membawa konsekuensi. Jika kita berbuat baik, kita akan mendapatkan kebaikan. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk, maka keburukanlah yang akan kita terima.

Ajining diri dumunung ana ing lathi, ajining raga dumunung ana ing busana"

Pepatah ini mengajarkan bahwa harga diri seseorang terlihat dari ucapannya, sedangkan harga fisiknya terlihat dari penampilannya. Artinya, kita harus menjaga tutur kata dan penampilan kita agar dihormati oleh orang lain.

Becik ketitik ala ketara

Pepatah ini berarti kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terlihat. Tidak ada yang bisa menyembunyikan perbuatan baik atau buruk selamanya. Seiring waktu, karakter dan niat seseorang akan terungkap.

Pitutur Jawa adalah cerminan dari kebijaksanaan hidup yang telah teruji oleh waktu. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pitutur ini, kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih bijak dan harmonis. Nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, kerendahan hati, dan kebaikan kepada sesama adalah hal-hal yang akan selalu relevan dalam setiap zaman. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari pitutur-pitutur ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 
coinpayu